Berlibur Ke Pulau Langkawi, Malaysia

Author: | Posted in Langkawi, Malaysia 36 Comments

eagle-square-langkawiPerjalanan ke Pulau Langkawi, Malaysia adalah salah satu itinerary saya setelah menikmati indahnya Thailand Selatan di Ao Nang – Krabi Januari 2013 silam. Waktu itu, pagi-pagi pukul 6 saya dengan empat teman yang lain sudah standby menunggu jemputan Minivan yang akan membawa kami ke Tammalang Port – Satun, pelabuhan yang menjadi pintu keluar kami dari Thailand. Harga minivan Krabi-Langkawi THB750 atau sekitar Rp 247,500 sudah termasuk tiket ferry menuju Pulau Langkawi, Malaysia. Anda dapat menemukannya di sepanjang jalan sekitar Ao Nang dan ingat untuk selalu menawarnya. Rata-rata harga normal sekitar THB900, karena kami berlima jadi bisa mendapatkan THB750/orang (dan ingat) sekaligus tiket ferry.

Persis pukul 6:45, setelah menjemput beberapa penumpang, akhirnya kami berangkat dari kota Krabi menuju Terminal Trang dan tiba pukul 8:45 untuk menurunkan penumpang dan beristirahat 15 menitan. Hanya satu setengah jam dari Terminal Trang, kami tiba di Pak Nam Ferry Terminal dan minivan tersebut menurunkan seluruh penumpangnya diluar area terminal. Cukup lama kami menunggu, awalnya saya mengira kami akan naik ferry dari pelabuhan tersebut, tapi ternyata tidak. Tepat pukul 12 siang, saya dan beberapa penumpang sudah mulai menggerutu dan menanyakan kapan akan berangkat. Lantas kami disuruh untuk naik mobil (mewah) hitam Mitshubishi Pajero menuju pelabuhan tujuan kami, Satun Pier. Wuiiihhh…kecewa saya langsung bubar tak berbekas, siapa yang menyangka. Saya tidak mengerti bagaimana transportasi disini, yang pasti saat itu saya dan teman yang lain hanya cengengesan. Meski sempat khawatir ‘Jangan-jangan mereka ini sindikat penjual manusia lagi’. Untungnya tidak haha…perjalanan sejam menuju pelabuhan Satun benar-benar bebas hambatan dan muluuuuus.

Tammalang Port Satun, Thailand

Tammalang Port Satun, Thailand

Anda dapat menghubungi Satun Center Tour di websitenya www.SatunCenterTour.com

Ferry dari Satun menuju Langkawi

Ferry dari Satun menuju Langkawi

Perjalanan menuju Pelabuhan Jeti Kuah di Langkawi menempuh waktu sekitar 3 jam dan terdapat perbedaan waktu 1 jam. Transportasi dari pelabuhan tersebut cukup mudah karena tersedia taxicab yang menjangkau seluruh pulau, namun ada juga mobil-mobil sewaan mulai dari RM80 (cab sekelas picanto untuk empat orang). Tapi karena kami akan keluar pulau melalui Langkawi International Airport, maka kami pun menyewa taxi menuju taxi bandara dan mencari mobil sewaan disini. Dan akhirnya kami mendapatkan mobil (baru) New Honda Civic seharga RM120/24 jam dan RM30 untuk bensin. Sangat worth-it dengan budget transportasi kami RM150 disana. Kami bebas membawanya kemanapun selama di pulau tersebut. Cukup bayar deposit RM50 dan SIM A (Indonesia).

sewa-mobil-di-langkawi-international-airport

Di Langkawi kami menginap di Desa Terrace seharga RM160 untuk 2 kamar plus extrabed untuk berlima. Bersih, AC dingin, TV, free wifi, dan paling penting bersih dan bersahabat dengan kantong backpacker. Setelah registrasi dan menyimpan tas, kami bergegas menuju Langkawi Skybridge karena hari sudah mulai sore dan kami tak mau ketinggalan sunset diatas sana.

Langkawi Sky Bridge

Adalah jembatan kurva suspensi (Suspension Bridge) sepanjang 125m dan tergantung 100m di atas permukaan tanah, terbentang diantara 2 bukit dan ditopang satu tiang penyangga ditengah sebagai penyeimbangnya. Dari kedatangan saya hingga saat postingan ini dibuat, jembatan tersebut ditutup sementara hingga waktu yang belum ditentukan. Namun, kita masih bisa menikmati keindahan pulang langkawi dan pulau-pulau kecil disekitarnya dari ketinggian. Harga tiket SkyCab untuk naik keatas RM30 (Adult) dan RM20 (Child). Untuk info yang lebih lengkap, anda bisa kunjungi websitenya www.panoramalangkawi.com

panorama-view-langkawi-sky-bridge langkawi-sky-bridgepanorama-view-langkawi bobby-ertanto-your-backpacking-style-detiksunset-at-langkawi

Dinner at Wonderland, Kuah

Dari Langkawi Sky Bridge, kami kembali ke penginapan dulu untuk istirahat dan beres-beres. Di malam hari kami menikmati makan malam di area bernama Wonderland di daerah Kuah. Menurut teman saya, tempat ini cukup rekomendasi meski biasa-biasa saja menurut saya hehe. Setelah itu, kami hanya menyusuri jalan disekitar pantai Cenang tanpa turun dari mobil. Tak terlalu ramai.

Pukul 9 pagi keesokan harinya, kami sudah bersiap untuk eksplore beberapa spot saja karena kami harus mengembalikan mobil pukul 4 sore di pelataran parkir Langkawi International Airport sebelum terbang menuju Penang. Penerbangan yang cukup singkat menurut saya, 15 menit diudara sebelum mendarat di Penang International Airport. Untungnya saya dapat tiket murah Air Asia seharga RM48.

Selama 6-7 jam sebelum penerbangan ke Penang, kami cukup puas untuk menikmati beberapa spot yang cukup menarik disini.

Pantai Cenang

Pantai berpasir putih yang sangat bersih dan tenang. Tidak terlalu ramai, namun kami tidak berencana untuk berenang atau hanya sekedar berjemur karena matahari sudah cukup menyengat. Hanya menikmati ketenangan dan berfoto-foto.

pantai-cenang-langkawi

Dermaga

Saya lupa persis nama dermaga tersebut, tapi kita akan melewatinya saat menuju Langkawi Sky Bridge. Disini tempat bersandarnya kapal-kapal yacht. Saya suka tempat ini karena mirip seperti dermaga cantik di Monaco.

dermaga-pulau-langkawi-2 dermaga-pulau-langkawi

Eagle Square and Legenda Park

Lokasi Eagle Square dan Legenda Park berada persis disebelah pelabuhan Jeti Kuah. Jadi saat kita tiba di pelabuhan, akan terlihat jelas di sebelah kiri patung Elang yang menjadi ikon pulau Langkawi tersebut. Dan persis disebelahnya terdapat Legenda Park, taman yang ditata sedemikian cantik dan indah. Pas banget kalau berduaan romantis dengan pacar. Aiiisss….

legenda-park-langkawilegenda-park-langkawi-2

Jalanan di pulau Langkawi ini bagus, sangat bersih dan relatif masih sepi. Rambu-rambu dan petunjuk jalan sangat jelas terlihat. Pantai cantik berpasir putih, suasana yang tenang tidak terlalu hingar bingar dan banyak pulau-pulau kecil pendukung yang cantik. Sayang saya sangat sebentar di Pulau Langkawi ini. Saya pun berpikir, pulau Langkawi ini bisa menjadi senjata pariwisata Malaysia yang mumpuni di masa depan. Entah kapan saya bisa lagi kesini. Semoga saja.

Tips Travel Blog
Comments
  1. Posted by cumilebay.com
    • Posted by Bobby Ertanto
  2. Posted by Shella
  3. Posted by meidiana kusuma
    • Posted by Bobby Ertanto
  4. Posted by Wisata Lombok
    • Posted by Bobby Ertanto
  5. Posted by Exaudio Siregar
    • Posted by Bobby Ertanto
  6. Posted by Indra Setiawan
  7. Posted by tesyasblog
    • Posted by Bobby Ertanto
  8. Posted by Ruslan
    • Posted by Bobby Ertanto
  9. Posted by Andre Handoyo
    • Posted by Bobby Ertanto
  10. Posted by june
    • Posted by Bobby Ertanto
  11. Posted by mbaksis
    • Posted by Bobby Ertanto
  12. Posted by Dina
  13. Posted by doni
  14. Posted by doni
  15. Posted by doni
  16. Posted by APIT
  17. Posted by fanny fristhika nila
    • Posted by Bobby Ertanto
  18. Posted by wenwen
    • Posted by Bobby Ertanto
  19. Posted by Chocky Sihombing
    • Posted by Bobby Ertanto
  20. Posted by Saiful Azam
    • Posted by Bobby Ertanto
  21. Posted by Ngarbi Saja
  22. Posted by Tatang Aditya

Add Your Comment