Dear Menteri Pariwisata Indonesia




Tanjung Aan Lombok

Bukan Pak Menteri

Dear Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Bapak Arief Yahya.

Salam hormat,

Pertama-tama saya mengucapkan selamat atas terpilihnya bapak sebagai Menteri Jalan-Jalan Pariwisata Republik Indonesia, meski awalnya saya sempat bingung kenapa justru orang telekomunikasi yang menduduki posisi tersebut. Baru kemudian saya sadar ternyata bapak adalah Marketeer of The Year 2013 versi majalah Marketeer. Saya pun mengangguk setuju atas pilihan Presiden Joko Widodo bahwa pariwisata kita membutuhkan seorang marketer. Samar-samar saya juga ingat waktu bapak hadir di kelas kami sebagai dosen tamu dan membawakan topik tentang ‘Paradox Marketing’. Sebuah istilah yang bapak ciptakan sebagai sebuah strategi marketing yang dijalankan saat menjadi dirut di PT Telekomunikasi Indonesia.

Indonesia, Dangerous Beautiful

Kembali ke laptop ya pak! Ngomong-ngomong tentang pariwisata Indonesia, semua kita tahu bahwa negara kita ini sangat kaya akan keindahan alamnya hingga cukup sering saya menjumpai ungkapan ‘Dangerous Beautiful’ yang disematkan bagi negara kita tercinta ini. Entah siapa yang memulai, tak tahu pula apakah ini dulunya adalah strategi marketing dari kementerian? Entahlah. Yang pasti saya setuju, setiap sudut negeri kita ini memiliki potensi yang sangat-sangat besar bagi pariwisata Indonesia.

Sejuta Pesona, Sejuta Persoalan

Slogan ‘Sejuta Pesona, Sejuta Persoalan’ sebenarnya plesetan dari masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah sendiri (mungkin termasuk saya ya) akan kondisi sebenarnya pariwisata di Kabupaten tersebut. Kenapa demikian? Kabupaten Tapanuli Tengah memiliki potensi pariwisata yang besar dari garis pantainya yang panjang, berbagai jenis ikan (hasil laut) yang dapat kita nikmati, pulau-pulau kecil disekitarnya, bahkan ada pula Kota Barus yang terkenal dengan kapur barus pada jaman perdagangan dulu. Namun semua potensi itu tak bisa dimaksimalkan dengan banyaknya persoalan yang ada. Sebut saja infrastruktur tak memadai dan tak adanya pembangunan. Jangan dulu menyebut pembangunan, perencanaan yang matang pun saya pikir belum dilakukan. Sehingga, slogan ‘Sejuta Pesona’ seolah tak layak disematkan. Saya pikir, kondisi yang sama juga terjadi di hampir seluruh pelosok negeri yang belum terjangkau fasilitas namun memiliki potensi pariwisata yang mumpuni selain Bali dan Yogyakarta tentunya.

Mari kita lihat Ao Nang-Krabi, di tahun 2012 yang lalu saya berkesempatan mengunjungi kota kecil di Thailand Selatan itu dan berkunjung kembali di bulan yang sama di tahun 2013. Apa yang saya lihat adalah adanya pembenahan di kedua sisi jalannya dengan proses yang masih terus berlanjut. Saya ingin kita (Indonesia) bisa meniru mereka yang begitu tanggap ketika melihat perkembangan di salah satu daerahnya, namun tidak asal mengembangkan saja. Tetap dilihat kedepannya bagaimana lingkungan, masyarakat dan kearifan lokal setempat.

Harapan

Saya tidak mau berlama-lama menulis suratnya, saya memiliki harapan besar terhadap bapak untuk kebangkitan pariwisata Indonesia ke depannya. Dengan kekayaan dan keindahan alam yang kita miliki, sudah sepantasnya kita bisa menjadi nomor satu setidaknya di ASEAN. Saya dan teman-teman travel blogger yang tersebar di penjuru negeri siap dan dengan senang hati turut terlibat demi kebaikan pariwisata Indonesia.

Akhir kata, selamat tahun baru 2015, semoga pesona pariwisata Indonesia semakin Wonderful, Yes.

Salam sayang untuk Indonesia.

***

 “Pos… Pos… Pos..! “

“Ada banyak surat dari Travel Blogger Indonesia untuk pak Menteri Pariwisata Indonesia, nih. (Tanda tangan baca dibawah sini, ya)”

  1. Farchan Noor Rachman – Surat Terbuka untuk Menteri Pariwisata
  2. Indri Juwono – Peduli Budaya Lokal untuk Pariwisata Indonesia
  3. Lenny Lim – Surat untuk Menteri Pariwisata
  4. Matius Nugroho – Merenda Asa Untuk Pariwisata Kota Indonesia
  5. Parahita Satiti – Surat untuk Pak Arief Yahya
  6. Rijal Fahmi Mohamadi – Pariwisata Indonesia dengan Segala Problematikanya
  7. Titi Akmar – Secercah Asa untuk Pariwisata Indonesia
  8. Vika Octavia – Pariwisata Indonesia: Telur Dulu atau Ayam Dulu?
  9. Wira Nurmansyah – Sepucuk Surat untuk Menteri Pariwisata
  10. Yofangga Rayson – Pak Menteri, Padamu Kutitipkan Wisata Negeri
  11. Olive Bendon – Indonesia, Belajarlah pada Malaysia
  12. Danan Wahyu – Repackage Visit Indonesia Year
  13. Firsta Yunida – Thought and Testimonial : Tourism in Indonesia
  14. Felicia Lasmana – Target 1 Juta Wisman Per Bulan menurut seorang Biolog, Pejalan, dan Blogger

 




Comments(23)

  1. January 1, 2015
    • January 1, 2015
  2. January 1, 2015
    • January 1, 2015
  3. January 2, 2015
    • January 2, 2015
  4. January 3, 2015
    • January 4, 2015
  5. January 5, 2015
  6. January 8, 2015
  7. January 19, 2015
  8. March 31, 2015
  9. April 28, 2015
  10. December 6, 2015
  11. May 6, 2016
    • May 15, 2016

Leave a Comment