Jelajah Secuil Keindahan Nusa Tenggara Timur




Tahun ini mungkin bisa dibilang adalah tahun terbesar dalam ‘karir’ jalan-jalan saya. Gimana enggak, tahun ini banyak banget tempat-tempat baru yang bisa saya jelajahi. Baru disini maksudnya belum pernah saya datangi. Road trip menyusuri sisi timur Kalimantan misalnya, Sulawesi Utara, sampai ke benteng paling luas di dunia yang ada di Bau-Bau, Pulau Buton.

Nah, sekitar dua minggu yang lalu saya kembali mendapat kesempatan dari ASITA NTT untuk menjelajah tempat baru berupa secuil keindahan bumi Nusa Tenggara Timur. Koq secuil doang? Karena kami hanya menjelajah Kupang, Soe, dan Pulau Semau (saja). Ngarepnya sih bisa berkeliling Nusa Tenggara, hehe, ngelunjak ya. Kupang saja sudah cakep begitu, pemandangan sepanjang jalan menuju Fatumnasi juga tak kalah indahnya, belum lagi petualangan yang begitu mendebarkan di pulau Semau. Tak cukuplah kalau hanya lima hari saja. Bagaimana dengan Alor, Lembata, Flores, Sumba? Pasti tak kalah indah dan menyimpan daya tarik tersendiri.

Jumat pagi-pagi sekali dihari yang telah ditentukan, kami berlima, yaitu saya, Lenny, Kak Badai, Kak Indri Juwono, dan Kak Shabrina, sudah berada di bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Hari itu, kami akan berangkat menuju Kupang menggunakan Sriwijaya Air pukul 05:45 dengan dua kali transit di Bali dan Maumere. Sementara teman-teman yang lain ada yang berangkat dari Surabaya dan Bali. Meski perjalanan cukup panjang sejak subuh, tak ada kendala yang berarti yang kami hadapi selama perjalanan. Apalagi kru-kru kabin pesawat Sriwijaya air yang membawa kami sungguh ramah dan menyenangkan.

tim-explore-timor-asita-ntt pilot-sriwijaya-virustraveling

Selama beberapa hari disana, kami menjelajah beberapa tempat wisata di Kupang dan sekitarnya mulai dari pemandangan alami menuju Desa Fatumnasi, seperti spot view Batu Palelo, batu purba Fatukolen, birunya pantai Kolbano, atau sunset yang bikin adem suasana hati di pantai Tablolong. Inilah secuil keindahan bumi Nusa Tenggara Timur itu:

Goa Kristal (Crystal Cave) Kupang

Komentar teman saya ketika melihat tempat ini di salah satu akun medial sosial saya, adalah “Ini surga, bang”. Saya pun rada setuju dengan komentarnya meski ragu karena dia belum pernah ke surga hehe. Airnya yang biru dingin dengan rasa payau ditambah cahaya keemasan yang berasa dari cahaya lilin membuat tempat ini semakin cantik.

pintu-masuk-crystal-cave

Pintu masuk Goa Kristal

crystal-cave-kupang

photo by: @duabadai/edited by me.

Bola Palelo, Fatukolen, dan Desa Fatumnasi Soe

Untuk mencapai Desa Fatumnasi, terlebih dahulu kita harus menuju Soe, yaitu sebuah kota di Timor Tengah Selatan yang berada sejauh 2.5 jam perjalanan dari kota Kupang. Dari Soe masih harus melanjutkan perjalanan sekitar 2 jam lagi menuju Desa Fatumnasi. Cukup banyak spot view disini untuk melihat hamparan pemandangan bumi Nusa Tenggara dari ketinggian.

batu-palelo-soe-ntt fatukolen-desa-fatumnasi-ntt

Air Terjun Oehala SOE

Lokasinya tak jauh dari kota Soe, hanya berjarak sekitar 6 km saja. Keunikan air terjun ini adalah karena memiliki 7 tingkatan.

air-terjun-eohala-ntt

Pantai Kolbano & Gumuk Pasir di Pantai Oetune

Sebelum kembali ke Kota Kupang, sebaiknya memutar dulu buat mampir melihat birunya pantai Kolbano yang langsung menghadap ke Laut Timor dan kemudian ke Pantai Oetune karena jalurnya searah. Selain pantainya, di Oetune juga ada ada tumpukan pasir mirip dengan gumuk pasir yang ada di Jogja. Meski tak begitu luas seperti yang di Jogja bisa buat main sandboarding, tapi kalau untuk pose-pose foto disini boleh dibilang cukup instagramable.

pantai-kolbano-ntt

pantai-oetune

in frame: kopertraveler

Sunset di Pantai Tablolong

Begitu masuk melalui gapura ‘Selamat Datang’ pantai Tablolong kesannya tempat ini tak terawat sama sekali. Tapi begitu tiba dan menyentuh pasir pantai yang halus dan melihat sunset yang cantik rasanya damai banget. Coba deh!

sunset-pantai-tablolong

Berpetualang di Pulau Semau

Dari semua perjalanan beberapa hari itu, menjelajah Pulau Semau adalah yang paling menarik layaknya berpetualang. Selama kurang lebih 5-6 jam kami berkeliling hampir setengah pulau menggunakan sepeda motor dari siang hingga malam.

berpetualang-pulau-semau

Photo by @duabadai

sunset-bukit-liman-pulau-semau

Photo by: Valentino Luis

 

Gimana??? Sudah tergoda dengan penjelasan singkat saya? Mari ke bumi Nusa Tenggara Timur, kawan.

Trip ini diselenggarakan oleh ASITA (Asociation of Indonesia Tour and Travel Agencies) Chapter NTT sebagai salah satu unsur dalam perkembangan industri pariwisata dan bekerjasama juga dengan mas Syafaat dari @ayo_jalan2 sebagai trip organizer.




Comments(47)

  1. December 6, 2015
    • December 6, 2015
  2. December 6, 2015
  3. December 7, 2015
  4. December 7, 2015
    • December 8, 2015
  5. December 7, 2015
    • December 8, 2015
  6. December 8, 2015
    • December 8, 2015
      • December 10, 2015
        • December 11, 2015
  7. December 8, 2015
  8. December 8, 2015
  9. December 9, 2015
  10. December 10, 2015
    • December 10, 2015
  11. December 10, 2015
    • December 10, 2015
    • December 18, 2015
      • December 18, 2015
  12. December 21, 2015
  13. December 21, 2015
  14. December 23, 2015
    • December 23, 2015
  15. January 11, 2016
  16. January 21, 2016
    • January 24, 2016
  17. January 25, 2016
  18. February 19, 2016
    • February 25, 2016
  19. April 22, 2016
  20. July 11, 2016
    • July 11, 2016

Leave a Comment